Hujan dan kita adalah kedinginan, gigil yang kehilangan hangat dekapan sedang tentangmu hanya harap-harapku saja. Lahir sebagai penghias langit sebelum mendung, kemudian jatuh lewat rintik hujan. Andai kau tanya apa saja daftar ingin-inginku, barangkali seperti ini Narasinya "Denganmu aku ingin, didekapmu aku sangat ingin, memilikimu apalagi". Berbedahalnya dengan aku, hanya secuil ingin yang kau timbun dengan ingin-ingimu yang lain. Mungkin benar kita hanya kata jika kau yang kupilih sebagai sepasang, entah mengapa atau semesta memang tak rela.