Di bawah pohon kelapa itu, tegak tenda kita berdiri menahan terpaan angin diatas pasir nan putih di tepian pantai. dia merelakan diri, melindungi raga kita yang ada di dalamnya. Ya hanya raga kita yang ada di dalamnya sedang jiwa dan pikir kita terbang entah kemana, ohh suasana.
Dengar suara ombak itu mereka seolah bernyanyi untuk merayakan atas apa yang telah kita putuskan dan angin yang berbisik itu seolah ingin kita lakukan hal yang biasa dilakukan oleh sepasang manusia ketika mengasing berdua. tapi apa aku lebih suka jika kita saling tatap dengan mulut yang tetap diam biar mata kita berbicara banyak hal
Diam
Diam
Diam
Dan diam-diam kepala kita saling dekat kemudian, gelap.